Langgeng Weblog

Kumpulan Tulisan Favorit

Islam satu-satunya Mabda (Ideologi) yang Benar

Posted by langgeng pada 28 Juli 2009

Ta’rif Islam

Secara Bahasa (lughawi) “Islam” berasal dari kata “Aslama” yang bermakna “Anqada Ila” artinya tunduk dan patuh kepada.

Secara Definisi, Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada baginda Nabi Muhammad saw untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya dan dengan sesama manusia.

Batasan Islam, bahwa Islam adalah “agama yang diturunkan oleh Allah SWT”, telah mengecualikan agama yang disifatkan sebagai agama yang tidak diturunkan oleh Allah SWT., baik Hindu, Budha, Confucious, Sintoisme ataupun yang lain.

Sedangkan batasan “kepada baginda Nabi Muhammad saw”, mengecualikan agama yang lain, selain agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., baik agama yang diturunkan kepada Nabi Musa, Isa maupun yang lain. Apakah Kristen, Yahudi ataukah agama-agama Nabi dan Rasul yang lain.

Adapun batasan, “Yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya dan dengan sesame manusia”, berarti meliputi seluruh urusan; mulai dari urusan dunia hingga akhirat, baik yang berkenaan dengan dosa, pahala, surga, neraka ataupun aqidah, ibadah, ekonomi, social, politik, budaya, pendidikan dsb.

Beberapa nash yang menguatkan ta’rif ini adalah;

  1. Qur’an Surat Ali Imran ayat 19

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    “Sesungguhnya agama (yang diridloi) disisi Allah hanyalah Islam”

  1. Qur’an Surat Al-Maidah ayat 3

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

  1. Qur’an Surat Ali Imran ayat 85

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

     
     

Ta’rif Mabda

Mabda atau ideologi adalah aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan.

Yang dimaksud akidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup; serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan sebelum dan sesudah alam kehidupan. Sedangkan peraturan yang lahir dari akidah tidak lain berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi berbagai problematika hidup manusia, menjelaskan bagaimana cara pelaksanaan pemecahannya, memelihara akidah serta untuk mengemban mabda.

Mabda mencakup dua bagian, yaitu fikrah dan thariqah.

Fikrah yaitu akidah dan berbagai pemecahan masalah hidup.

Sedangkan thariqah adalah penjelasan tentang cara pelaksanaan, pemeliharaan akidah, dan penyebaran risalah dakwah.

Asas suatu mabda (ideologi) adalah ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup.
Ide dasar yang menyeluruh ini menjadi akidah bagi mabda.
Dan akidah suatu mabda ini pula yang kemudian menjadi qaidah fikriyah (kaedah/landasan berpikir) sekaligus sebagai kepemimpinan berpikir (qiyadah fikriyah).

Dengan landasan ini dapatlah ditentukan arah pemikiran manusia dan pandangan hidupnya.

 

Dengan landasan itu pula dapat dibangun seluruh pemikiran dan dapat dilahirkan seluruh pemecahan problematika kehidupan.

 

Menimbang Kebenaran Suatu Mabda

Suatu Mabda dikatakan benar apabila qaidah fikriyah (landasan berpikir)-nya memenuhi 2 (dua) ketentuan:

  1. Sesuai dengan fitrah manusia.
  2. Dibangun berlandaskan akal.

Yang dimaksud dengan qaidah fikriyah itu sesuai dengan fitrah manusia, adalah pengakuannya terhadap apa yang ada dalam fitrah manusia, berupa kelemahan dan kebutuhan diri manusia pada Yang Maha Pencipta, Pengatur segalanya. Dengan kata lain, qaidah fikriyah itu sesuai dengan naluri beragama (gharizah tadayyun).

Sedangkan yang dimaksud dengan qaidah fikriyah itu dibangun berdasarkan akal adalah bahwa kaedah ini tidak berlandaskan materi atau mengambil sikap jalan tengah.

Apabila kita telusuri di dunia ini, kita hanya menjumpai 3 (tiga) mabda (ideologi). Yaitu Kapitalisme, Sosialisme termasuk Komunisme, dan Islam.

Kekeliruan mabda Kapitalisme

Kekeliruan mabda Kapitalisme dapat difahami antara lain:

  • Tidak sesuai dengan fitrah manusia
    • Mengingat manusia mempunyai kelemahan dan kekurangan, maka secara fitrah manusia memerlukan Zat Yang Maha Agung, yakni Tuhan. Keperluan manusia kepada Tuhan tidak terbatas pada waktu ibadah saja, namun juga pada saat manusia menjalani kehidupan dengan sesama manusia lainnya. Karena aqidah Kapitalisme berasaskan pada pemisahan antara agama dan kehidupan (fashlu ad-din ‘an al-hayat) atau “Sekularisme“, dimana mengakui eksistensi agama disatu sisi (dalam hal ibadah) namun disisi lain menolak apabila agama juga mengatur kehidupan manusia. Maka hal ini jelas sangat bertentangan dengan fitrah beragama pada diri manusia, dimana agama harusnya bisa menyelesaikan seluruh permasalahan manusia baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan manusia. Bukan malah kemudian dilakukan pemisahan dalam urusan agama dan kehidupan. Jika pemahaman aqidah ini dibiarkan maka akan terjadi kekacauan dalam pengaturan kehidupannya.
    • Sebagai contoh adalah Adam Smith. Ia dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi yang menggagas ekonomi klasik yang kemudian menjadi sumber ajaran ekonomi Kapitalisme. Namun disisi lain ia adalah seorang paderi Kristen yang sangat memahami ajaran Kristen yang mengagung-agungkan cinta kasih, belas kasih dan persaudaraan. Ternyata gagasan ekonominya yang mengutamakan kebendaan (materi) bertentangan 180° dengan ajaran agamanya, sehingga aliran ekonominya dikriik karena erlalu rakus dan tidak mengenal perikemanusiaan, yang kemudian ditinggalkan. Dan akhirnya muncul aliran baru yaitu Sosialisme.
  • Tidak dibangun berlandaskan akal
    • Kapitalisme adalah ideologi yang dibangun melalui jalan tengah (al-hallu al-wasath) atau kompromi antara tokoh gereja dengan filosof. Bukan karena pertimbangan rasional menurut akal. Artinya mereka menetapkan jalan damai untuk mendamaikan konflik antara pihak gereja dengan kaum intelektual. Sehingga dalam berbagai perkara jelas mengkompromikan antara yang haq dengan yang batil; antara islam dengan kafir; dan antara petunjuk dengan kesesatan. Dengan kata lain, Kapitalisme membangun konsep pemisahan agama dengan kehidupan tersebut bukan karena pertimbangan rasional, melainkan karena usaha untuk mendamaikan konflik yang ada.

Kekeliruan Mabda Sosialisme

Sosialisme dan Komunisme, dari segi aqidahnya berasaskan materi (benda). Dalam pandangan Sosialime, alam, manusia, dan kehidupan berasal dari materi. Semua yang ada merupakan materi. Perubahan dari satu bentuk benda kepada bentuk benda yang juga merupakan proses perubahan materi (dialektika materialisme).

Kekeliruan mabda Kapitalisme dapat difahami antara lain:

  • Tidak sesuai dengan fitrah manusia
    • Fitrah manusia yang memerlukan agama dan lemah itu telah dinafikan oleh Sosialisme. Sebab, agama telah dianggap sebagai candu bagi masyaakat. Dengan begitu, naluri beragama manusia telah dibunuh dn dikubur hidup-hidup. Ini jelas bertentangan dengan fitrah manusia.
  • Tidak dibangun berlandaskan akal, melainkan berlandaskan materi saja.
    • Ini bermakna bahwa materi, dalam pandangan Sosialisme, adalah azali. Dan tentu ini sangat bertentangan dengan akal. Sebab, zat yang azali mestilah tidak memerlukan kepada yang lain dan terbatas. Sebaliknya, materi jelas memerlukan kepada yang lain dan terbatas.
    • Sebagai contoh, materi diklaim sebagai sumber kehidupan, sedangkan materi itu tidak dapat melahirkan dirinya sendiri. Disamping itu, materi mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Matahari, misalnya, apabila terbit dari timur ke barat dan berkelanjutan, tentu memerlukan garis orbit yang sekaligus merupakan system bagi terbit dan tenggelamnya matahari. Pertanyaannya adalah, benarkah matahari mengikuti garis orbitnya tanpa ada yang mengatur? Adalah mustahil. Maka, benarkah matahari yang memerlukan garis orbit itu disebut sebagai tidak memerlukan kepada apapun atau kepada siapapun? Tentu tdak masuk akal. Dg demikian, Sosialisme telah gagal menjelaskan, bahwa materi itu bersifat azali.

Kebenaran Mabda Islam

Islam memandang bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Dialah yang mengutus para Nabi dan Rasul dengan membawa agama-Nya untuk seluruh umat manusia. Dan bahwa kelak manusia akan di-hisab atas segala perbuatannya di hari Kiamat. Karena itu, akidah Islam mencakup Iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari Kiamat, serta qadla-qadar, baik buruknya dari Allah SWT.

Kebenaran mabda Islam dapat difahami antara lain:

  • Sesuai dengan fitrah manusia
    • Sebab ia mempercayai adanya agama dan adanya kewajiban merealisir agama dalam kehidupan ini, serta menjalankan kehidupan sesuai dengan perintah dan larangan Allah. Beragama itu sesuai dengan fitrah. Dan salah satu penampakan naluri ini adalah taqdis (mengkultuskan sesuatu). Taqdis berlawanan dengan reaksi naluri-naluri lainnya. Penampakkan itu merupakan hal yang wajar bagi naluri (beragama). Jadi, beriman kepada agama dan wajib menyesuaikan amal perbuatan manusia di dalam kehidupan sesuai dengan perintah dan larangan Allah, merupakan sesuatu yang naluriah. Karena ia sesuai dengan fitrah manusia, maka mudah diterima oleh manusia.
  • Dibangun berlandaskan akal

Qiyadah fikriyah Islam adalah qiyadah fikriyah yang positif. Karena menjadikan akal sebagai dasar untuk beriman kepada wujud Allah. Qiyadah ini mengarahkan perhatian manusia terhadap alam semesta, manusia, dan hidup, sehingga membuat manusia yakin terhadap adanya Allah yang telah menciptakan makhluk-makhluk-Nya. Di samping itu qiyadah ini menunjukkan kesempurnaan mutlak yang selalu dicari oleh manusia karena dorongan fitrahnya. Kesempurnaan itu tidak terdapat pada manusia, alam semesta, dan hidup. Qiyadah fikriyah ini memberi petunjuk pada akal agar dapat sampai pada tingkat keyakinan terhadap Al-Khaliq supaya ia mudah menjangkau keberadaan-Nya dan mengimani-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: