Langgeng Weblog

Kumpulan Tulisan Favorit

Tujuan Perbuatan Manusia

Posted by langgeng pada 31 Maret 2009

Bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya wajib menyesuaikan seluruh amal perbuatannya dengan perintah dan larangan Allah. Tujuan yang hendak diraih dari penyesuaian ini adalah mendapatkan ridha Allah Swt. Disisi yg lain ganjaran berupa pahala surga atau siksa neraka juga adalah hal yg pasti akan diterima oleh manusia. Banyak dalil yg menunjukkan akan hal ini. Kesenangan di dalam surga dan siksaan di dalam neraka tergambar jelas di dalam Al-Qur’an. Ini sama halnya seseorang yg bekerja di suatu perusahaan, selain bekerja dengan sebaik-baiknya, ia juga mengharapkan imbalan berupa gaji tiap bulannya. Jika kerjanya tdk baik, maka si majikan tdk segan-segan untuk memberikan sanksi, bahkan kalau perlu PHK. So rasanya gak ada orang yg kerja di pabrik tanpa mau ambil gaji bulanannya.

Rasulullah sendiri dalam perjuangan dakwahnya senantiasa memberikan spirit kepada para sahabatnya bahwa pengorbanan harta dan jiwa mereka dalam jihad fi sabilillah akan diganti oleh Allah berupa surga yg luasnya seluas langit dan bumi. Lihat beberapa kisah berikut ini:

  1. Sewaktu kafir Quraisy tengah menyiksa keluarga Yasir, Rasul saw lewat di depan mereka, seraya memberikan kabar gembira, “Sabarlah, wahai keluarga Yasir. Sesungguhnya tempat yang dijanjikan kepada kalian adalah Surga. Sesungguhnya aku tidak memiliki apa pun dari Allah untuk kalian.” Saat Rasul mengatakan pada mereka bahwa tempat yang dijanjikan untuk mereka adalah surga, maka tidak ada yang dilakukan Sumayah, istri Yasir, kecuali berkata, “Sesungguhnya aku telah melihatnya dengan jelas, wahai Rasul.” Seperti itulah kafir Quraisy secara terus-menerus menyiksa Nabi dan para sahabatnya.
  2. Pada peristiwa Bai’at ‘Aqabah Pertama, datang 12 orang laki-laki dari penduduk Madinah. Mereka dan Nabi saw bertemu di ‘Aqabah, lalu mereka membai’at beliau dalam peristiwa Bai’at ‘Aqabah Pertama. Mereka membai’at beliau bahwa seorang pun di antara mereka tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, tidak akan mendatangkan bukti-bukti yang direkayasa di antara dua tangan dan kakinya dan tidak akan melakukan maksiat dalam hal yang ma’ruf. Jika dia memenuhinya, maka baginya surga dan jika dia mengingkari sedikt saja dari hal tersebut, maka urusannya dikembalikan kepada Allah. Bila Allah menghendaki, maka Dia akan mengadzabnya dan jika Dia menghendaki, maka Dia akan mengampuninya. Setelah mereka menyempurnakan bai’at tersebut dan musim haji berakhir, mereka seluruhnya kembali ke Madinah.
  3. Pada peristiwa Baiat Aqabah yang kedua juga demikian. Kaum Khazraj diminta untuk melindungi Rasul meski dengan resiko hilangnya harta dan terbunuhnya para pemuka. Kaum Khazraj  menjawab, “Sesungguhnya kami akan mengambilnya meski dengan resiko musnahnya harta benda dan terbunuhnya para pemuka.” Kemudian mereka berkata, “Wahai Rasulullah, apa bagian kami bila kami memenuhi hal itu?”. Rasul menjawab dengan tenang dengan ucapan, “Surga”. Seketika itu juga mereka beramai-ramai mengulurkan tangannya masing-masing lalu menggengam tangan beliau dan membai’atnya dengan kata-kata, “Kami membai’at Rasulullah saw untuk mendengar dan mentaati dalam keadaan sukar, mudah, senang, benci, maupun musibah tengah menimpa kami. Kami tidak akan merampas (kekuasaan) dari pemiliknya serta akan mengucapkan kebenaran di mana pun kami berada. Kami juga tidak akan takut di jalan Allah terhadap celaan orangorang yang suka mencela.”


“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (TQS at-Taubah[9]: 111)

Dan diisisi yg lainnya, Rasulullah saw justru bersikap tegas kepada orang-orang yang malah melemahkan perjuangan Islam. Diantara mereka adalah orang-orang munafik yg menghalang-halangi kaum muslimin untuk berjihad di jalan Allah. Di saat Rasulullah kembali ke Madinah dari perang Tabuk dan menemukan kaum munafik telah memanfaatkan kepergian Rasul saw dari Madinah untuk menyebarkan racun-racun kemunafikan dan mengkonsentrasikan kekuatan mereka untuk memperdaya kaum Muslim. Sekelompok dari mereka berhasil membangun sebuah masjid di Dzu Awan yang terletak di antara perkampungan mereka dan Madinah yang berjarak satu jam perjalanan. Di dalam masjid tersebut, kaum munafik berlindung dan berusaha untuk melakukan perubahan terhadap firman-firman Allah dari tempatnya semula. Mereka melakukan aksinya itu untuk memecah-belah kaum Mukmin dengan kedengkian dan kekufuran. Kelompok yang telah membangun masjid itu sebelumnya pernah meminta kepada Rasul saw, sebelum beliau berangkat dalam perang Tabuk, agar shalat di masjid mereka. Namun beliau menunda-nundanya hingga beliau kembali. Ketika beliau kembali dan mengetahui sepak terjang kaum munafik, serta diwahyukan kepadanya tentang masjid dan hakikat tujuan pendiriannya, maka beliau memerintahkan para sahabat untuk membakar masjid itu, dan mengambil sikap yang lebih keras terhadap kaum munafik. Maka peristiwa ini pun menjadi pelajaran yang menggentarkan mereka, sehingga mereka takut dan tidak berani melakukannya lagi.

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (TQS At Taubah[9]: 32)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: